*** Selamat datang di blog wawa ***
Custom Search

Saturday, April 17, 2010

celotehan tanpa arah II

ok, kita sambung lagi ceritanya.
tadi malam sebenernya pengen nonton bola totenham lawan chelsea, tapi ternyata diriku dikalahkan oleh mata yang teramat berat. akhirnya tidur adalah pilihan yang paling baik. begitu terbangun di pagi hari akhirnya melihat livescor dan ternyata chelsea kalah. mantap, liga inggris akan semakin ketat sampai akhir kompetisi.

sekarang kita kembali ke topik pertama.
nah, si dosen ini sepertinya cukup mampu untuk membuatku menikmati perkuliahan ini, yang imbasnya adalah dengan selalu hadirnya aq di perkuliahan ini.

minggu lalu beliau coba membahas masalah tentang demokrasi di indonesia.
diawali dengan pembahasan asal muasalnya demokrasi.
perlu saya ulangi untuk pelajaran kita bersama, demokrasi berasal dari yunani, demos dan cratos.
demos adalah suara
dan cratos adalah rakyat.

di sesi perkuliahan minggu lalu, sempat tercetus pertanyaan, apakah demokrasi di indonesia sudah berjalan cukup baik. beragam jawaban pun muncul. ada yang mengatakan belum, tapi tak sedikit juga yang mengatakan demokrasi di indonesia sudah berjalan dengan baik.

menurutku pribadi, sebenarnya demokrasi di Indonesia sebenernya sudah berjalan dengan baik namun belum mencapai tejuan. karena pada hakekatnya demokrasi bertujuan untuk mensejahterakan seluruh rakyat, bukan segelintir golongan. hanya ada sedikit yang perlu diperbaiki (saya menyebutnya dgan faktor x). dan jika faktor x ini benar-benar sudah berjalan dengan baik maka saya menganggap demokrasi di Indonesia ini cukup mampu membuat bangsa ini lebih maju dan lebih hebat.

kita dapat melihat rakyat dapat mengeluarkan aspirasi tanpa ada yang menghalangi,
kita dapat melihat sitem pemilu kita yang brjalan dengan baik walaupun ada sedikit pelanggaran yang menurut saya dikarnakan faktor x tidak berjalan.

apa itu faktor x yang saya maksud?
faktor x yang saya maksud adalah faktor penegakan hukum.
kita dapat melihat sekarang sedang ramai berita tentang MARKUS. bukan markus horison kiper timnas yang merupakan anak MEDAN tapi markus disini adalah makelar kasus.
sebenernya fenomena markus ini sudah berjalan cukup lama, namun ibarat kentut, tercium aromanya tapi tidak mampu untuk dilihat. kita mungkin merasakan fenomena penegakan hukum yang jelek ini, tapi tidak banyak orang yang bisa atau berani untuk mengungkapkannya.

nah, jadi menurut saya, apabila penegakan hukum di Indonesia sudah berjalan baik, maka akan baik pula lah dmokrasi secara keseluruhan.

blog comments powered by Disqus